aku memang belum mengerti
permainan ini begitu asing bagi jiwaku
menerka detik demi detik arti kata yg tertoreh
sampai sedikit putus asa dlm kebuntuan
ketika mata terpejam
fatamorgananya hadir membisikkan cerita
bukan inginku menghadirkan ketidakpastian
tapi membelengggu pikiranku
walau ku berkata tidak
sulit kupercaya semuanya benar adanya
bahkan sebelum aku memencet tombol start
kutapaki juga meski ragu
jalan yang terlintas seakan beban yg ilang
mungkin juga beban yang kutumpuk
sekarang aku berdiri disini
entah di jalan yang sebelah mana
teriakan tertahan menambah kelam
ku diam tertunduk
kuharap tuhan tak buntukan otakku
kuharap tuhan tak lumpuhkan nuraniku
kuharap tuhan tak hancurkan jiwaku
demi sesuatu yang tak kumengerti
entah kali ini aku akan takluk
tapi takkan menyerah sampai disini
kulangkahkan lagi langkah yang ku tak mengerti
by : mutia_chimut
Selasa, Maret 08, 2011
Rabu, Oktober 13, 2010
Cinta Tanpa Rasa
Awan cembung membiaskan rona kaca matamu Dibaliknya langit mengerdip
Kupandangi sinar yang terpampang disana
Oh... andai ku bisa membaca
Gambaran harapan cinta yang ingin kau tapaki
Sayup-sayup gerutu di bibirmu
Masih kudengar rasa sakit perihal dicampakkan
Kau tidak bisa bersembunyi dari jendela itu
Aku bisa membacanya
Mentari pun membisikkannya padaku
Relikui nyaliku tak bisa menyentuhmu
Hampa kosong walau tawa membuncah
Hati berkata ya, lidah membisikkan entahlah...
Memandangmu merisaukan jiwa
Percayakah burung-burung itu
Jika kukatakan titip kebahagiaan untukmu?
Kujejaki bayangmu tanpa kau sadari
Sekali lagi ku memandang
Jauh dari sisi dirimu yang sebenarnya
Entah tidak ada rasa
Atau mungkin aku tak pernah mengerti bias itu
by : mutia chimut
Langganan:
Postingan (Atom)
