Kamis, Januari 22, 2009

Surat dari GAZA

Assalamualaikum

Saudaraku muslim dan muslimah, dalam kesempatan ini aku ingin mengirim pesan dari saudaramu di Ghaza. simaklah kondisi kami dan sampaikan kepada siapa saja entah itu orang yang kalian kenal ataupun yang tidak kalian kenal

Situasi yang kami hadapi mengerikan namun iman kami kuat,Alhamdulillah meskipun kami tidak memiliki air yang memadai dan kalaulah ada, air itu sudah terpolusi dan kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. ketika kami memiliki uang maka orang yang menjualnya menyampaikan bahwa terlalu bahaya untuk mereka berjalan keluar dan mendapatkan supplai. Kami tidak memiliki gas dan ini sudah berlangsung sejak 4 bulan terakhir. kami hanya bisa memasak sedikit makanan diatas tungku tungku yang sudah kami siapkan.

Para keluarga laki laki kami telah kehilangan pekerjaannya.mereka menghabiskan keseharian mereka dirumah. Suamiku pergi seharian dari satu tempat ke tempat lain hanya demi mendapatkan (kebutuhan) dasar air. Biasanya dia kembali ke rumah dengan tangan hampa.Tidak ada sekolah, tidak ada bank, dan Rumah sakitpun jarang yangbuka. kami
selalu sadar bahwa nyawa kami terancam setiap kali kami keluar rumah.

Mereka (zionis) memberikan jam malam antara pukul 1 hingga 4 sore.kami bisa keluar dalam keadaan aman untuk mendapatkan supplai, kata mereka, tapi itu semua bohong! seringnya jutsru mereka menggunakan kesempatan itu untuk menambah jumlah syuhada dalam daftar mereka.

kami makan sehari nasi dan sehari roti. Daging dan susu adalah kemewahan. mereka menggunakan senjata perang kimia di area perbatasan.setelah semua ini kami diberitahu bahwa orang orang di seluruh dunia berdemo. MashaAllah! Fakta bahwa kalian pergi ke kedutaan2 dan
meninggalkan rumah rumah kalian membuat kami merasa bahwa kami tidak sendiri dalam perjuangan ini.

tetapi kalian bisa pulang ke rumah dan mengunci rumah kalian. Sedang kami....Kami tidak bisa melakukan itu. Tiap malam aku harus meninggalkan rumahku yang berada di lantai 2 dan tinggal bersama saudara perempuanku di lantai dasar. Jika ada serangan maka lebih
cepat bagi kami untuk meninggalkan (gedung) dari lantai dasar.

ya..Kami lelah, ketika kami mendengar roket dan bom serta melihat pesawat pesawat yang terbang mendekati gedung, aku menjerit bersama anak laki lakiku yang masih muda dan suamiku merasa tidak mampu melakukan apa apa.

Dalam hal ini tidak ada yang bisa menyelamatkan kami selain Allah.Tetapi ummah juga bertanya tanya dimana tentara tentarakaum muslimin,dimana kemenangan itu?

Jangan lupakan kami karena hanya kalianlah yang kami miliki. Sadaqah baik kalian tidak sampai kepada kami dan ketika mereka membuka perbatasan hanya segelintir orang yang mendapatkan(sumbangan) itu.Tetaplah berjuang di Jalan Allah dan berdoalah agar kemenangan itu segera datang inshaAllah..

wassalam
saudaramu Umm Taqi

Rabu, Januari 14, 2009

Kenangan tak terlupakan

Waktu ngebuka flashdisk tau2 ngeliat foto. Angan melayang ke beberapa tahun yg lalu.Itu foto waktu perpisahan kelas 3 SMA. Hik... jd kangen ama temen2 ku yang jauh disana..Tuch foto sengaja dibawa k bandung bwt kenang2an ajah.Ampe akhirnya di scan jadi bisa di publish di FS.

Waktu itu kita rame2 1 kelas kabur dari acara karna acaranya ngebosenin banget.Kita foto2 di depan sekolah ada yg foto bareng smua ada yg cewe2 & cowo2 gt. Tapi aku hanya punya foto yg itu doank.Kalo ngeliatnya asa pengen ketawa sendiri soalnya udah kaya ibu2 PKK abiz dari k ondangan gitu,hehehe.

Duh kapan yach poto rame2 kaya gt lagi...

Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita...